Berkarakter, Berwawasan, Beriman

PANGKALPINANG — SMA Negeri 3 Pangkalpinang menyelenggarakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun 2026 dengan pendekatan inovatif. Tak sekadar mengenalkan lingkungan akademis, MPLS yang digelar pada 13–17 Juli 2026 ini menggandeng jajaran Polresta Pangkalpinang guna menanamkan fondasi karakter, kedisiplinan, hingga pencegahan kriminalitas yang berakar pada nilai-nilai spiritualitas.
Kepala SMA Negeri 3 Pangkalpinang, Suryadi, M.Pd., menyambut positif kolaborasi strategis ini. Menurutnya, pelibatan aparat kepolisian memberikan perspektif nyata bagi siswa tentang pentingnya kesadaran hukum dan etika sejak dini. "Kami ingin peserta didik tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki ketahanan moral. Kehadiran Satlantas dan Buser Naga Polresta Pangkalpinang ini sangat krusial untuk membentengi anak-anak kita dari pengaruh negatif pergaulan serta membentuk karakter yang tangguh," ujar Suryadi.
Pada hari Rabu (16/7/2026), agenda diisi dengan rangkaian materi edukatif yang komprehensif. Satlantas Polresta Pangkalpinang hadir pada sesi pagi di Aula SMAN 3 Pangkalpinang dengan mengusung tema "Etika Berkendara: Cermin Karakter Bangsa", dipandu oleh moderator Ion Firdaus, S.Pd. Tampil sebagai narasumber utama pada sesi ini adalah Kasubnit Kamsel Satlantas Polresta Pangkalpinang, Aipda Jaya Adi Putra, S.H. Sesi tersebut menegaskan bahwa kepatuhan berlalu lintas di jalan raya merupakan wujud nyata dari integritas dan tanggung jawab seorang pelajar.
Memasuki sesi berikutnya, Tim Buser Naga (Sat Reskrim) Polresta Pangkalpinang mengambil alih panggung lewat materi "Buser Naga: Kawal Depan Remaja di Kota Pangkalpinang" bersama moderator Harmeiruri, S.S.. Menariknya, aparat yang sehari-harinya berhadapan langsung dengan dunia gelap kriminal dan penegakan hukum ini justru menitikberatkan pesannya pada penguatan ibadah dan gaya hidup sehat bagi generasi muda.
Seluruh personel Tim Buser Naga yang hadir secara bergantian memberikan edukasi dan berbagi pengalaman kepada para siswa. Tim yang turun langsung menjadi narasumber tersebut
terdiri dari:
● Ipda Erfan Putra Pratama, S.H., M.H. (PS. Kanit Tipidkor)
● Aipda Singgih Danusworo (PS. Kasubnit I Jatanras)
● Aipda Yazid Bostami (BA Sat Reskrim)
● Aipda Cahya Fitriadi (BA Sat Reskrim)
● Briptu Ferdy Ferdian (BA Sat Reskrim)
● Briptu Panji Pratama, S.H. (BA Sat Reskrim)
● Briptu Ananda Syarif Hidayatullah (BA Sat Reskrim)
Di hadapan para siswa, Tim Buser Naga mengungkapkan bahwa banyak kasus kenakalan dan kriminalitas remaja bermula dari rapuhnya fondasi agama dan keseharian yang tak terarah.
Oleh karena itu, ketujuh personel kepolisian ini memberikan pesan humanis sekaligus tegas: memperbanyak ibadah, jangan pernah meninggalkan salat, rutin berolahraga, dan membiasakan diri bangun pagi.
Pesan dan imbauan dari aparat penegak hukum tersebut beririsan langsung dengan pilar-pilar dalam Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7KAIH) yang dikampanyekan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Kegiatan fisik, kedisiplinan, dan spiritualitas adalah bentuk pembiasaan yang jika dilakukan secara berulang akan membentuk karakter yang kokoh.
Hal ini merefleksikan gagasan mulia dari Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Abdul Mu’ti, M.Ed. "Penanaman pendidikan karakter tidak harus melalui berbagai macam teori, membangun pembiasaan, yang dengan pembiasaan itu akan terbangun kebiasaan, dari kebiasaan terbentuk kepribadian, dari kepribadian terbangun peradaban," tegas Prof. Abdul Mu'ti.
Melalui kolaborasi lintas sektoral antara sekolah, kepolisian, dan penerapan nilai-nilai kementerian ini, MPLS Ramah SMAN 3 Pangkalpinang diharapkan tidak hanya membentengi remaja dari ancaman kriminalitas kota, tetapi juga sukses mencetak generasi peradaban yang berakhlak mulia, sehat secara fisik, dan taat pada aturan.
(NURFITRI)

Komentar (0)