Berkarakter, Berwawasan, Beriman
Programme for International Student Assessment (PISA) yang diinisiasi oleh Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) adalah suatu studi untuk mengevaluasi sistem pendidikan yang diikuti oleh lebih dari 70 negara di seluruh dunia. Setiap 3 tahun, murid-murid berusia 15 tahun dari sekolah-sekolah yang dipilih secara acak, menempuh tes dalam mata pelajaran utama yaitu membaca, matematika dan sains. Tes ini bersifat diagnostik yang digunakan untuk memberikan informasi yang berguna untuk perbaikan sistem pendidikan. Indonesia telah berpartisipasi dalam studi PISA mulai tahun 2000.
[ Sumber: https://litbang.kemdikbud.go.id/pisa ]
PISA mengevaluasi kemampuan siswa yang berusia 15 tahun (15 tahun 3 bulan hingga 16 tahun 2 bulan) pada saat tes dilaksanakan dan sedang duduk di bangku sekolah setara kelas 7 dalam sistem sekolah Indonesia.Dalam konteks pendidikan formal di Indonesia, anak usia 15 tahun biasanya duduk di bangku kelas 9 yaitu setara kelas 3 SMP/sederajat atau di atasnya. Jumlah siswa usia 15 tahun di Indonesia pada setiap jenjang pendidikan dapat dilihat pada Tabel 1.1. Tabel ini menunjukkan bahwa siswa usia 15 tahun yang berada di jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP)/sederajat berjumlah sekitar 1.7 juta, dan merupakan 38% dari total jumlah anak usia 15 tahun di Indonesia. Sementara siswa yang berada di jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA)/sederajat berjumlah sekitar 2 juta siswa atau 47% dari total populasi anak usia 15 tahun. Berdasarkan perkiraan kasar, total anak usia 15 tahun di Indonesia adalah 4.439.086 (OECD, 2017a), termasuk di dalamnya sekitar 670 ribu anak yang bukan populasi siswa PISA. Kelompok terakhir ini adalah anak-anak yang tidak bersekolah, yang duduk di kelas 6 atau di bawahnya, dan anak-anak berkebutuhan khusus yang bersekolah di Sekolah Luar Biasa (SLB)PISA merupakan survei internasional tiga tahunan yang bertujuan mengevaluasi sistem pendidikan di seluruh dunia dengan menguji kemampuan dan pengetahuan siswa usia 15 tahun. Semenjak putaran pertama PISA di tahun 2000 hingga saat ini, lebih dari 80 negara, termasuk di dalamnya 44 negara berpendapatan menengah, telah mengikuti survei PISA. PISA 2018 sebagai putaran terkini, diikuti 79 negara.Tes PISA menilai sejauh mana siswa usia 15 tahun, yang hampir menyelesaikan pendidikan dasarnya, menguasai keterampilan dan pengetahuan yang penting bagi mereka untuk berpartisipasi penuh dalam masyarakat modern. Penilaian PISA menitikberatkan bidang studi inti yang diajarkan di sekolah yaitu membaca, matematika, dan sains. PISA juga menilai kemahiran inovasi siswa, yang pada PISA 2018 disebut kompetensi global. PISA tidak hanya menilai kemampuan siswa mengemukakan kembali pengetahuannya, tetapi juga seberapa baik kemampuan siswa memperluas analisis berdasarkan pengetahuan yang dimiliki dan menerapkan pengetahuan tersebut dalam situasi yang tidak biasa, di dalam maupun di luar sekolah. Pendekatan ini mencerminkan situasi nyata ekonomi modern yang menghargai individu bukan cuma dari pengetahuan yang dimiliki, tetapi lebih dari itu berdasarkan apa yang bisa mereka lakukan dengan pengetahuan yang dimiliki
[ Sumber: https://simpandata.kemdikbud.go.id/index.php/s/tLBwAm6zAGGbofK ]
SMA Negeri 3 Pangkalpinang sebagai salah satu Sekolah yang di tunjuk sebagai Peserta PISA , pada Selasa , 31 Mei 2022 Melaksanakan test PISA dengan diikuti oleh 41 Siswa di SMA Negeri 3 Pangkalpinang.
Komentar (0)